BREAKING NEWS
Isu Sertifikasi Damkar Berbayar Dipastikan Tidak Benar | Ratusan Taruna Akpol Turun ke Aceh Tamiang, Polri Dorong Akselerasi Pemulihan Pascabencana | Waketum LAHAM RI Akram Pasau dan Ketua DPW Gorontalo Janes Komenaung Minta DPD Tidak Mendukung Perusahaan | Patroli Pantera Presisi Polres Bitung Hadir di Tengah Masyarakat, Jaga Kota Tetap Aman dan Nyaman | Polsek Singkil Klarifikasi Pengaduan Warga yang Viral di Media Sosial

Tergiur Tawaran Kerja di Myanmar, Mantan Pekerja Scammer di Kamboja Dicegah di Bandara Sam Ratulangi

MANADO – Tawaran pekerjaan dengan gaji besar kembali menjadi alasan seorang pemuda berusia 23 tahun mencoba mengadu nasib ke luar negeri. Namun sebelum rencana itu terwujud, langkahnya terhenti di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado setelah petugas menduga keberangkatannya tidak melalui prosedur yang sah.

Pria berinisial HM tersebut diamankan petugas pada Selasa (2/6/2026) saat bersiap melakukan perjalanan menuju Jakarta yang rencananya menjadi titik transit sebelum melanjutkan perjalanan ke Myanmar.

Dari hasil pemeriksaan, HM mengaku telah menerima tawaran pekerjaan dari seorang perekrut yang berada di Myanmar. Ia dijanjikan pekerjaan sebagai admin pada sebuah perusahaan online dengan imbalan penghasilan yang dinilai lebih menjanjikan dibanding pekerjaan yang tersedia di dalam negeri.

Yang menjadi perhatian petugas, seluruh biaya perjalanan diketahui ditanggung oleh pihak perekrut. Selain itu, HM juga tidak dapat menunjukkan dokumen ketenagakerjaan yang dipersyaratkan untuk bekerja secara legal di luar negeri.

Pemeriksaan lebih lanjut mengungkap bahwa HM bukan orang baru dalam pekerjaan tersebut. Ia mengaku pernah bekerja selama kurang lebih satu tahun di Kamboja pada perusahaan yang menjalankan aktivitas penipuan online atau scam.

Informasi mengenai rencana keberangkatan HM sebelumnya diterima oleh personel Satgas TPPO Sulawesi Utara yang bertugas di Bandara Sam Ratulangi. Tim lapangan yang dipimpin Bripka Antonius Sangkay kemudian melakukan koordinasi dengan pihak maskapai dan instansi terkait untuk memastikan informasi tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, petugas memutuskan melakukan pencegahan keberangkatan guna menghindari berbagai risiko yang dapat dihadapi oleh yang bersangkutan.

PLH Kapolsek Kawasan Bandara Sam Ratulangi Manado, IPTU Heppy Tangka, menjelaskan bahwa sejumlah fakta yang ditemukan mengindikasikan adanya keberangkatan pekerja migran secara nonprosedural.

«"Dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan mengakui akan bekerja di Myanmar sebagai admin scammer. Seluruh biaya perjalanan ditanggung perekrut dan tidak ditemukan dokumen ketenagakerjaan yang dipersyaratkan. Fakta-fakta tersebut menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan langkah pencegahan," jelas IPTU Heppy Tangka.»

Menurut Heppy, keberhasilan pencegahan tersebut merupakan hasil koordinasi antara kepolisian, BP3MI Sulawesi Utara, Yayasan Kasih Yang Utama (YKYU), Komunitas Lingkungan Peduli TPPO Sulut, pihak maskapai, serta dukungan keluarga yang memberikan informasi kepada petugas.

Kepala BP3MI Sulawesi Utara, M. Syachrul Afriadi, S.Kom., M.A.P., mengatakan bahwa kasus serupa masih terus ditemukan dengan pola yang hampir sama.

«"Mayoritas diawali dari tawaran pekerjaan dengan penghasilan tinggi yang disampaikan melalui media sosial maupun aplikasi percakapan. Banyak calon pekerja tidak mengetahui secara pasti perusahaan yang merekrut ataupun jenis pekerjaan yang akan dilakukan setelah tiba di negara tujuan," ujar Syachrul.»

Ia menambahkan bahwa beberapa negara di kawasan Asia Tenggara masih menjadi perhatian karena sering dikaitkan dengan aktivitas penipuan online lintas negara yang melibatkan pekerja asing.

Data Satgas TPPO Sulawesi Utara menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025 hingga Juni 2026, sebanyak 79 calon pekerja migran Indonesia nonprosedural berhasil dicegah keberangkatannya melalui Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado.

Saat ini aparat bersama instansi terkait masih melakukan pendalaman terhadap identitas dan jaringan perekrut yang diduga berada di Myanmar guna mendukung proses penyelidikan lebih lanjut.

(tim tppo) 
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama
);
f t P
GULIR UNTUK MELANJUTAKAN MELIHAT BERITA
INFOBHAYANGKARA
Media Cyber Indonesian